Thursday, 5 November 2026
Breaking
Internasional

Apa Itu PBB? Sejarah, Fungsi, dan Peran Perserikatan Bangsa-Bangsa

admin 7 October 2026, 07:15 WIB 4 menit baca

PBB atau Perserikatan Bangsa-Bangsa adalah organisasi internasional yang beranggotakan hampir seluruh negara di dunia dan bertujuan menjaga perdamaian, keamanan, serta kerja sama antarnegara. Organisasi ini berkantor pusat di New York, Amerika Serikat, dan menjadi wadah utama diplomasi global untuk menyelesaikan konflik, menangani krisis kemanusiaan, hingga menyusun agenda pembangunan bersama.

Hampir setiap isu besar dunia—mulai dari perang, perubahan iklim, kesehatan global, sampai pengungsi—hampir selalu melibatkan PBB dalam penanganannya. Karena itu, memahami apa itu PBB, bagaimana sejarah pembentukannya, serta apa saja fungsi dan perannya menjadi pengetahuan dasar yang penting bagi siapa pun yang mengikuti perkembangan dunia.

Sejarah Berdirinya PBB

PBB resmi berdiri pada 24 Oktober 1945, tidak lama setelah berakhirnya Perang Dunia II. Piagam PBB ditandatangani di San Francisco pada 26 Juni 1945 oleh perwakilan 50 negara, dan mulai berlaku pada 24 Oktober 1945 setelah diratifikasi oleh negara-negara penandatangan. Tanggal tersebut kemudian diperingati setiap tahun sebagai Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pada saat berdiri, PBB memiliki 51 negara pendiri.

PBB merupakan penerus Liga Bangsa-Bangsa yang dibentuk seusai Perang Dunia I, tetapi dinilai gagal mencegah pecahnya perang dunia berikutnya. Pengalaman tersebut membuat para pendiri PBB merancang organisasi yang lebih kuat, dengan Dewan Keamanan yang keputusannya bersifat mengikat. Indonesia sendiri bergabung dengan PBB pada tahun 1950 dan tercatat sebagai anggota ke-60. Sejak itu, Indonesia aktif dalam berbagai forum PBB, termasuk pengiriman pasukan perdamaian ke sejumlah wilayah konflik.

Fungsi dan Tujuan PBB

Berdasarkan Piagam PBB, organisasi ini memiliki empat tujuan utama yang menjadi landasan seluruh kegiatannya:

  • Memelihara perdamaian dan keamanan internasional.
  • Mengembangkan hubungan persahabatan antarbangsa berdasarkan asas persamaan hak.
  • Mewujudkan kerja sama internasional dalam memecahkan masalah ekonomi, sosial, budaya, dan kemanusiaan.
  • Menjadi pusat bagi penyelarasan tindakan bangsa-bangsa dalam mencapai tujuan bersama.

Untuk menjalankan fungsi tersebut, PBB bekerja melalui berbagai program, mulai dari misi penjaga perdamaian di daerah konflik, bantuan kemanusiaan bagi korban bencana dan perang, hingga penyusunan agenda pembangunan berkelanjutan yang menjadi acuan negara-negara anggotanya dalam merancang kebijakan nasional.

Struktur dan Organ Utama PBB

PBB memiliki enam organ utama. Majelis Umum adalah forum tempat semua negara anggota memiliki satu suara yang setara untuk membahas isu-isu global. Dewan Keamanan bertanggung jawab atas perdamaian dan keamanan internasional, beranggotakan 15 negara, dengan lima anggota tetap—Amerika Serikat, Rusia, Tiongkok, Inggris, dan Prancis—yang memiliki hak veto. Adapun Dewan Ekonomi dan Sosial mengoordinasikan kerja sama di bidang ekonomi dan sosial.

Selain itu terdapat Dewan Perwalian, Mahkamah Internasional yang berkedudukan di Den Haag, Belanda, serta Sekretariat yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal sebagai pejabat administratif tertinggi. Di bawah naungan PBB juga beroperasi berbagai badan khusus dan program, antara lain:

  • UNICEF – dana anak-anak PBB yang berfokus pada kesejahteraan anak.
  • WHO – organisasi kesehatan dunia.
  • UNESCO – organisasi pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan.
  • UNDP – program pembangunan PBB.
  • UNHCR – badan PBB yang menangani pengungsi.

Peran PBB bagi Dunia dan Indonesia

Dalam praktiknya, peran PBB terlihat di berbagai bidang. Di bidang keamanan, PBB mengerahkan pasukan penjaga perdamaian ke wilayah konflik untuk melindungi warga sipil dan mengawal proses perdamaian. Di bidang kemanusiaan, PBB menyalurkan bantuan pangan, obat-obatan, dan perlindungan bagi pengungsi serta korban bencana. Di bidang pembangunan, PBB mendorong kerja sama di sektor kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan pengentasan kemiskinan.

Bagi Indonesia, PBB memberi ruang untuk menyuarakan kepentingan nasional di forum global sekaligus berkontribusi pada perdamaian dunia, antara lain melalui pengiriman personel pasukan perdamaian Kontingen Garuda ke berbagai misi. Indonesia juga memanfaatkan kerja sama dengan badan-badan PBB untuk mendukung program pembangunan di dalam negeri, misalnya di bidang kesehatan dan penanggulangan bencana.

Baca juga: Perubahan Iklim: Penyebab, Dampak, dan Upaya Mengatasinya dan Ekonomi Global: Pengertian, Faktor, dan Dampaknya bagi Indonesia

Kesimpulan

PBB adalah organisasi internasional yang berdiri pada 1945 dengan mandat utama menjaga perdamaian dan keamanan dunia serta memajukan kerja sama antarnegara. Melalui Majelis Umum, Dewan Keamanan, Mahkamah Internasional, dan berbagai badan khususnya, PBB hadir dalam hampir setiap isu global yang memengaruhi kehidupan manusia. Meski kinerjanya tidak selalu sempurna, hingga kini PBB tetap menjadi forum diplomasi terbesar dan terpenting di dunia.

Pertanyaan Umum

Kapan PBB didirikan?

PBB resmi berdiri pada 24 Oktober 1945, setelah Piagam PBB yang ditandatangani di San Francisco mulai berlaku. Tanggal tersebut diperingati setiap tahun sebagai Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Di mana markas besar PBB berada?

Markas besar PBB berada di New York, Amerika Serikat. Sementara itu, Mahkamah Internasional berkedudukan di Den Haag, Belanda, dan sejumlah kantor penting lainnya berada di Jenewa, Swiss, dan Wina, Austria.

Apa perbedaan Majelis Umum dan Dewan Keamanan?

Majelis Umum beranggotakan seluruh negara anggota dengan hak suara yang setara, sedangkan Dewan Keamanan beranggotakan 15 negara, bertanggung jawab atas perdamaian dan keamanan internasional, dan keputusannya bersifat mengikat.

admin

Jurnalis di redaksi kami.

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *